FANDOM


Belum ada artikel khusus tentang Nagari Sungai Jambu. Pease edit this page...


Bulan Sarik

Hari ini Kamis 19 Januari 2006, kami bertiga, Adyan, Zukarnain dan Wan, naik jip ke daerah Pariangan, tapi bagian yang lebih ke timur. Lewat pasar Simabur kami berbelok ke kiri, malalui nagari Sawah Tangah. Dilanjutkan lebih ke atas ke arah puncak gunung Merapi, yaitu nagari Sungai Jambu. Di sini ada simpang ke kanan ke nagari Parambahan yang terus ke Tigo Tumpuak Limo Kaum (simpang Manuggal sekarang, yaitu simpang ke terminal Dobok Batusangkar). Sungai Jambu ini adalah nagari asa di Minangkabau (cf, Pariangan adalah nagari tuo). Tetapi kali ini kami terus ke atas ke Bulan Sarik, Jambak Ulu, dan Batua. Bulan Sarik ini sudah tinggi sekali, negerinya sepi , hanya terdiri dari beberapa buah rumah, sebgian rumah bagonjong dan lainnya sudah rumah biasa. Bahasa penduduknya sudah agak berbeda. Hal ini diketahui ketika kami mencoba berbicara dengan anak-anak usia sekitar 5-6 tahun yang datang mengerubuti kami.. ternyata kami agak susah menagkap ucapan mereka.

Di Jambak Ulu, kami sempat berbicang-binccang dengan beberapa laki-laki (agak) tua, yang dapat sedikit menceritakan "tambo" nagari BulanSaik-JambakUlu ini. Keduanya adalah bagian dari nagari Sungai Jambu, dan di nagari inilah, di tampat yang lebih tinggi terdapat Lagundi nan Baselo, Sawah satampang Baniah, dll., yang juga diklaim oleh Pariangan. Orang Pariangan juga mengatakan bahwa tempat-tempat yang disebut dalam tambo itu terdapatnya di Pariangan.

Dari Jambak Ulu kami terus ka Batur (Batua, Ba-atur), juga bagian dari nagari Sungai Jambu. Baatur adalah salah satu nagari yang dihuni oleh ninik moyang kita dalam migrasi dari "puncak parpati" di gunung merapi, melalui Lagundi Nan Baselo, hingga ke Sungai Jambu, Sungai Tarap, Limo Kaum dan Pagaruyung.

Sebetulnya ada satu lagi nagari yang seharusnya kami kunjungi, yaitu Labuatan. Akan tetapi untuk mencapainya harus kembali ke Ibu Kota Kecamatan Pariangan yakni Simabur, karena menggunakan kendaraan "oto" atau mobil, tapi kalau berjalan kaki atau dengan kendaraan motor (atau orang setempat menyebutnya "honda")bisa langsung dari nagari Sungai Jambu, tepatnya di depan kantor Wali Nagari ada jalan langsung menuju Labuatan (editor: ini kampung saya: Amri Rasyidin, sekarang tinggal di Pamulang Jakarta).

Sungai Jambu dan Labutan dalam tambo disebut sebagai "Pasak Kungkuang Koto Piliang." Sekarang Nagari Sunga Jambu terdiri dari empat jorong yaitu S.Jambu, Labuatan, Bulan Sarik-Jambak Ulu, dan Batur.

Dari Batur kami kembali ke Sungai Jambu. Ada dua orang ibu yang minta tumpangan karena mau berobat ke Batusangkar. Kami turun melewati Parambahan dan ibu-ibu itu turun di Manunggal, sebutan bagi pertigaan jalan ke Batusangakar, ke Terminal Bus Dobok, dan ke Padang Panjang.

Di sini kami istirahat dan makan siang di sebuah rumah makan. Kemudan perjalanan dilanjutkan ke selatan, melihat Balairung Sari di nagari Tabek, Prasati Rambatan di Rambatan dan melaului Ombilin dan Pitalah kembali ke Pandai Sikek.

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.